"Bahagia di Angkot 05"
Sebetulnya, apa yang saya ceritakan mungkin hal yg biasa saja. Namun,
bagi saya..ini adalah kisah yang manis.. Tentang cinta yang sederhana.
Kemarin sore, saya menaiki angkot berkode "05" menuju rumah. Sebelum
saya ambil posisi duduk, sang sopir trlihat memberikan anggukan kepala,
petanda menghargai penumpang. Oow, tnyata saya adalah penumpang
satu-satunya di dalam angkot tsb.
Setelah beberapa saat, saya mendengar sang sopir terlibat percakapan
yang seru. Saya kira, beliau sedang berbicara dengan temannya yang
sebaya. Eh ternyata, dia sedang ngobrol asyik bersama puteranya yang
berusia skitar 5 tahunan.
** tidak semua ayah mampu menciptakan komunikasi yang baik-nyaman, dgn anaknya.
Sang anak sangat antusias bertanya seputar permainan -catur-. Sang ayah
pun menjawab dengan penjelasan yang runut. Subhanallah, tidak ada 1 pun
prtanyaan yang terlewat oleh sang ayah. Coba teman-teman
bayangkan..rata-rata karakter sopir itu kayak gimana sih? Makanya, ini
adalah pemandangan yang keren dan langka..
** saya salut, sang ayah
ini benar-benar menunjukkan gestur, "bahasa tubuh" yg penuh perhatian
thdap anaknya saat btanya. Anak akan betul-betul merasa dihargai..
Saat sang anak mulai bertanya sambil terbata-bata..sang ayah malah
"menantang" anaknya utk segera mengingat apa pertanyaan yang ingin
diajukan. Misal: "bapak, kalo..hm..hm..kalooo...hmm", sang ayah langsung
menyahut "apa..kalo apa ayoo...". Sang anak pun selalu terlihat puas
dengan jawaban ayahnya, seraya mengajukan pertanyaan2 baru.
**
kebanyakan ortu kan malah "kesal" bila anaknya banyak bertanya. Namun,
bapak ini mampu menanggapi prtanyaan anak dg -serius-, bahkan menantang
pertanyaan baru.
Saat berhenti di depan sebuah hotel, sang
ayah berkata: "Nak, ini tempat orang-orang kaya tidur.. Tuh lihat,
mungkin skrg lagi ada hajatan." Sang anak pun kembali mengajukan
pertanyaan. "Kenapa pak?", dst. *Dalam hati saya agak miris..
** meski sang ayah berbicara begitu, namun tidak ada kalimat penyerta yg berisikan info-info negatif, tdak memprovokasi, dsb..
1 hal lagi..sang sopir tidak mempertontonkan adegan "menghisap rokok."
Bagi saya, ini adalah prestasi. Ayah yang bisa melawan dirinya sndiri
utk tidak mendewakan si puntungan pembawa derita itu..
** ayah yang perokok itu, scara tak sadar n tak langsung..sedang membunuh anaknya secara perlahan.
Tahukah? Selama perjalanan, saya pun kerap mengembangkan senyuman..
Senang, melihat keakraban ayah-anak ini. Bahkan, saya betah berada di
angkot itu..haha. Saya hafal pula nomor plat angkot tsb.. D 1915..
Sebelum saya turun dari angkot, saya mendengar si anak berkata: "Bapak,
nanti makan ayam yaa.." Sang ayah pun tanpa ragu -mengiyakan-
permintaan sang jagoannya itu. So..sweet...
Tahukah? Dari
pengalaman ini, saya jadi yakin..bahwa salah 1 ungkapan cinta yang
sederhana, adalah: dengan MENDENGARKAN. Semoga Allah senantiasa menjaga
kehangatan keluarga tersebut. Sang anak menjadi anak yang shaleh dan
berbhakti. Pun orangtuanya, menjadi sosok ayah yang bijaksana dan
pembelajar. Semoga makin banyak pula sopir yang masih menjunjung tinggi
etika dan ramah-tamah. In shaa Allah lebih barakah.. Aamiin.

0 komentar:
Posting Komentar